Kamis, 23 Juni 2016

it's just little part of drama

langit hari ini gelap, tidak nampak bintang sama sekali tapi banyak kendaraan berlalu lalang disekitar daerah pinggiran kota. Perkenalkan aku seorang mahasiswa profesi yang sedang galau, tidak tahu harus berbuat apa. Kata orang menjadi dokter itu enak, kata orang menjadi dokter itu hebat, tapi apalah arti seorang aku yang tidak memiliki cita cita dan tersesat di jurusan kedokteran gigi. Jika orang beranggapan aku meremehkan bukan itu maksudku, tapi aku hanya ingin mencurahkan cerita yang mungkin bisa menjadi pelajaran buat yang membaca tulisan amatir ini. Aku ingin bercerita saja apa yang aku alami, karena aku tak pandai berdongeng meskipun aku senang berfantasi berkhayal memikirkan sesuatu yang tidak bisa dinalar tapi aku tidak pandai menuangkannya dalam cerita. 

Rabu, 02 Maret 2016

Gejolak kerja masa kini

Sering kali ku dapati pemandangan seorang bapak bapak yang sudah renta, seakan badannya sudah tidak mampu berlaru kencang tetap memikil beban berat di pundaknya membawa barang jualan. Pundaknya bukanlah pundak yang kokoh seperti manusia jaman sekarang. Pikiran ku selalu meneriakkan kata "bapak" seakan ingin meneteskan air mata setiap melihat langkah seorang bapak berjuang mendapatkan penghasilan, aku tidak tahu di rumah sudah ada berapa anak yang menunggu dan istri yang berusaha mengatur keuangan keluarga untuk makan dan kebutuhan anaknya sekolah, semoga anak anaknya masih  melanjutkan pendidika  terus hingga jenjang yg tinggi. Aku sangat tidak setuju bila ada seorang memandang remeh suatu pekerjaan. Apalah arti PNS bila dia tidak bekerja sepenuh hati. Pedagang bukanlah suatu pekerjaan biasa. Sampai ada yang bilang sekolah tinggi tinggi kok cuma dagang, hello... Emangnya salah? Kalau menurutku sah sah saja. Mending menjadi pedagang  daripada bekerja untuk diatur bahasa alusnya babu yang tidak terlihat. Paling tidak suka jika ada orang memandang rendah pekerjaan orang lain. Seperti juru parkir, kalian bisa apa tanpa juru parkir? Aku yakin yg ada kalian akan saling hantam sana sini karena kendaraan yg menumpuk tidak rapi, penjual korang atau asongan? Justru tanpa mereka kalian tidak akan mendapatkan koran di lampu merah, korek api ketika membutuhkan di tengah jalan kemudian ga sengaja berpapasan dengan pedagang.  
Dewasa ini banyak masyarakat mulai meninggalkan pasar traditional, semua berlagak seperti dunia barat, berlomba lomba belanja di supermarket dan swalayan sampai mengemis sebuah diskon karena gengsi menawar. Coba pandang dan renunglan lagi apakah kita lebih baik daripada orang lain, yang pasti jawabanku adalah tidak. Karena apa, karena kita masih menjadi seorang memiliki jiwa babu dan pengikut dunia barat. Sudah selayaknya dan seharusnya serta wajib kita bangga dengan negara kita sendiri, hasil olahan kita sendiri, orang orang kita sendiri. Bukan malah menjatuhkan yang baik menganggkat orang orang yang tidak bisa menghargai sejarah bangsanya sendiri hanya untuk memuaskan perut sendiri. Apalah arti sebuah merk, lihatlah prosesnya. Siapa yang bekerja dibalik itu semua? Siapa yang dipekerjakan didunia perbabuan global ini? Sadarlah wahai orang orang yang masih tertutup mata dan hatinya oleh silaunya dunia kebarat baratan. Mematokkan kehidupan dengan mengikuti cara mereka. Berfikirlah kreatif, ciptakan sendiri! 

Kenapa harus menyenangkan diri sendiri kalau berbagi itu jaih lebih menyenangkan. Entah berbagi apapun itu. Berbagi perkerjaan bukan membabukan saudara sendiri.

Maafkan kata kata ku malam ini sedikit nglindur, karena terbawa emosi. Ada orang yang bangga tergadap profesinya padahal menduduki profesi itu dengan membayar uang yang tak sedikit eh ga sadar dia tak lebih dari seorang babu. Uang bangga karena keperkasaannya karena badan dan kekuasaan tapi tidak memiliki hati karena dalam pikirannya hanya materi yang diraih. Tidak memberi contoh yang layak sama sekali. Perlu sekali diperbaiki..suatu saat pasti akan ada peruvahan untuk orang orang yang percaya kalau perubahan lebih baik itu pasti terjadi. Marilah kita bersa sama berdoa dan berkeyakina pasti. Dan tentunya kita yang berusaha sebagai generasi penerus bangsa. Melindungi para orang tua dan prang yang lebih tua dari kita yang patut dilindungi serta disejahterakan. 




Jogja, dini hari di hari senin
Tidak bisa tidur karena kesepian 

Selasa, 24 November 2015

walking in the wind

Everything I need I get from you,
You give it back cause I want it too
I want to built you boat,
One as strong as you are free,
So anytime you think that your heart is gonna sink,
You know it won’t
I want to built you a boat
1D- I Want to write You a song

Masih pukul lima tapi cahaya fajar sudah memasuki sela sela jendelaku yang tertutup tirai. Mata ini masih terpejam akan tetapi telingaku sayup sayup mendengarkan irama lagu, membuat bibirku bergerak menyanyikan lagu tersebut. Kemudian perlahan kubuka mata dan semua bayangan yang membuatku patah arang terlintas tanpa jeda. Aku bangkit dengan lemas, beginilah kalau habis sholat subuh tidur lagi, seakan semua kesedihan mendatangi tak hanya itu penyesalan yang bertubi tubi pun datang. Ada satu hal yang tidak bisa dihindari, segala hal negative mulai merasuki. Segera aku buka lebar pintu dan jendela kamar. Kubiarkan aroma pagi memasuki kamarku, lalu ku berjalan keluar kos menuju sawah pematang di depan kos. Hmmmm....cobalah kau tarik nafas sedalam dalamnya kemudian tahan dan rasakan kesegaran aroma dari parfum tanaman padi yang ditanam dengan keringat harapan, dibarengi dengan hembusan angin kecil melewati seluruh badanmu dan beberapa menembus pakaianmu menyenggol pori-pori tubuhmu. Sejuk! Sekarang hembuskan perlahan sembari membuang semua kesedihan dan kekecewaan yang mendatangi. Buang semua sampai habis dalam satu kali hembusan. Hirup lagi udara pagi yang berisi hal hal positif, seperti semangat, rasa sayang, senyum, pantang menyerah. Tahan dan biarkan semua hal positif itu mengisi ruang kosong pada hati mu yang telah kau buang habis. Bayangkan hal positif itu adalah sebuah virus baik yang menyatu dengan DNA mu membentuk suatu mutasi gen yang terakit indah, bahwa kau selalu memiliki sisi positif. Hembuskan nafas sebagai tanda aku siap menjalani hari ini. Ulangi saja kalau merasa belum puas.

Minggu, 15 November 2015

Dimulai dengan Niat

Secangkir kopi pahit dicampur gula dan krimer, rasanya menjadi lebih manis tersaji di meja belajar pagi ini. Masih panas tapi aromanya menumbuhkan hasrat ini menyruputnya, tak kuasa menahan. Meja belajar yang terletak tepat di depan jendela menampakan view hamparan sawah yang luas, berharap sawah itu nasibnya tidak seperti sawah sawah yang lain harus tergusur menjadi perumahan elit. Angin yang berhembus melalui jendela itu sungguh terasa kesegarannya, wuss setiap datang angin raga terasa seperti mendapatkan energi. Rangkaian kata berusaha tersusun menjadi kalimat dan kalimat menjadi paragraf tetapi kepala terlalu penuh dengan bermacam macam masalah yang membuatnya tidak bisa menyusun paragraf dalam satu jalan yang searah. Setiap kalimat "jadi, aku harus memulao dari mana?" Selalu jawaban yang didapat adalah "kamu yang tau harus bagaimana, bukan orang lain" dan keinginanpun kian menumpuk tanpa solusi pasti.

Seperti halnya pagi ini, aku ingin menyelesaikan tumpukan materi untuk belajar akan tetapi hingga pukul 7 pagi ini belum selembar sudah mengalami pemotongan pikiran karena memikirkan hal lain. Belajar menurutku memang harus mematikan koneksi dengan sosial media, terkadang aku sendiri juga heran padahal sering aku bertemu dengan teman-teman di kampus tapi kenapa masih saja tertarik mengobrol lewat media chatting? Terkadang stalking pun juga dilakukan dan membuat lupa waktu, bukan cuma terkadang tapi sering. Stalking dapat menumbuhkan ide segar akan tetapi yang disayangkan adalah ketika kita tidak bisa merealisasikan ide kita, ibarat kebelet boker tapi tertahan tidak bisa keluar, sakit. Dan hal buruk yang terjadi ketika kita stalking ternyata malah muncul perasaan iri, itu sangat tidak enak ibarat udah tidak bisa beol tidak bisa kentut pula ya sudah masuk rumah sakit deh tu. 

Aku ingin membuat fungsi blog ini menjadi bermanfaat jadi supaya aku ga cuma iri karena orang lain berilmu tapi bisa dibagikan ke orang lain, sedangkan aku cuma mengemis ilmu tapi ga diralisasikan ke  dalam kehidupan kan ibarat kopi yang dibeli mahal malah dibiarkan tidak diminum. Dari dulu niatan itu datang tapi selalu terhalang oleh waktu, sarana dan rasa malas. Semoga setelah ini bisa menjadi kebiasaan untuk belajar berbagi pengalaman, mengajak orang, syukur syukur bisa menumbuhkan relasi dengan orang baru karena aku percaya keberuntungan itu akan datang bila kita memiliki banyak teman dan cara memiliki banyak teman adalah dengan berbuat baik kada seeeemmuuuua orang. Ada rasa penyesalan ketika dulu aku tidak begitu aktif mengikuti organisasi bermacam macam yang disediakan, karena aku sibuk bermalasan di rumah untuk maen game, nonton tv dan sekarang aku bosan melakukan hal tersebut. Memulai hal baru itu butuh kenekatan, karena seringkali rasa malas yang sudah mendarah daging ini membisikkan kata kata busuk untuk beranjak meninggalkannya dan akhirnya terbuai lagi dan tidak jadi memulai lagi. Sedikit demi sedikit harus dimulai dari menulis pengalaman hingga akhirnya bisa berbagi pengetahuan syukur syukur bisa membantu orang lain. Perlu juga dilakuan pemberian sanksi mungkin apabila ketidak teraturan tidak dijalankan. Semisal tidak belajar berarti sanksinya membayar denda 5000 ke tabungan, hahahaha.... Ide yang muncul ketika membaca sebuah buku tentang motivasi, sudah banyak tapi banyak juga yang tidak terlaksanakan dari motivasi-mtivasi yang terbaca, hanya terbaca tidak nyangkut dikepala. Dengaan BISMILLAH semoga mulai setiap tulisan bisa menjadi pengalaman, must be study! Apapun harus dipelajari, mungkin tidak harus menjadi yang TERbaik setidaknya harus selalu berbuat sebaik-baiknya. Terima kasih kalimat kalimat yang membangunkan semangatku pagi ini.


Desa Keras, sudah mulai siang dan butuh sarapan.

Sabtu, 16 Mei 2015

Membuat sederhana


Sudah dua hari saya berada di rumah, karena meliburkan diri dari rutinitas setiap hari. Ya... koas, sebagai mahasiswa koas di sebuah universitas swasta terkadang membuat saya agak merasa njegleg menjadi orang. Saya adalah seorang perempuan yang berasal dari desa di salah satu kabupaten kecil yang tidak begitu terkenal di provinsi jawa timur, ngawi. Tidak semua orang tau asal saya dan tidak banyak yang ingin tau juga karena belum ada kesan menarik yang membuat orang melirik daerah asal saya ini, meskipun begitu saya tetap akan bangga menyebut nama ngawi bila ada yang tanya saya berasal dari mana. Saya lahir disana dan tumbuh besar di sebuah desa yang bernama gelung. Saya tidak tahu asal muasal nama desa saya ini tapi saya merasa ingay suatu benda kalau menyebut tempat tinggal saya itu. Gelung yang saya tau adalah rambut yang dipuntir-puntir terus diikat diatas kepala jadi seolah dikepala itu ada cempolnya *halah bahasa apa pula itu, hahahahaha. Pagi ini saya ingin bercerita tentang kenjeglegan yang saya alami. Mungkin banyak kata ibarat curhat, tapi semoga kita bisa sama-sama belajar. Saya menulis belum berarti saya sudah melakukannya, karena saya tau saya juga sedang berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik dari kemarin, yang saya tahu kalau kemarin itu saya adalah buruk dan saya sedang menungkatkan ke level sedang. Gejolak anak muda seperti saya ini memang masih tinggi, masih belum sadar diri, terbawa ego dan mudah dikendalikan hawa nafsu. Kemarin saya sempat ikut suatu kelas yang diadakan perkumpulan akademian di kota pelajar ini. Kelas yang membahas tentang hidup sederhana oleh seorang lulusan psikologi dari universitas ternama di kota pelajar ini. Saya tertarik dengan materinya tapi saya gagal fokus karena saya melihat leptop yang dimiliki pengisinya adalah macbook, yang garis besarnya saya pengen itu. Hahahaha.... dari materi materi yang disampaikan sebenarnya cara menjadi sederhana itu ya sederhana saja, terutama buat saya yang orang desa mungkin itu bukan trik khusus tp saya akui saya hampir melupakan rasanya menjadi sederhana karena terlalu terbawa suasana di dunia perkoasan.
Koas adalah suatu kegiatan klinik yang saya lakukan pasca menjadi sarjana kedokteran gigi, dan ini terus saya jalani agar bisa mendapatkan gelar dokter gigi. Bukan hal yang gampang menjalani ini karena saya menyadari akhir akhir ini kalau ternyata saya terlena dan terbawa arus menikmati koas dengan hidup santai tapi menghamburkan uang orang tua. Saya tersadar ketika saya berbincang-bincang dengan seorang teman seangkatan saya yang sangat ingin segera lulus koas kemudian sumpah dan keluar dari instansi yang sekarang saya hidup di dalamnya itu. Dia sangat berambisius untuk jalan dengan cepat bahkan hampir berlari menurut saya karena rasa tidak nyamannya, kemudian saya bercermin pada diri saya sendiri. Saya mengatakan saya tidak betah disini tapi kenapa saya menikmatinya? Itu menjadi pertanyaan besar dalam hati saya. Dan suatu pagi saat saya berada di rumah saya duduk termenung di teras rumah melihat jalan depan rumah saya, kebanyakn yang lewat adalah sepeda, motor dan masih banyak yang berjalan kaki, mobil adalah jarang sekali terlintas. Lalu saya kembalikan pada saat saya di jogja, bagaimana rasanya mancet dan kendaraan bermotor lebih banyak, sepedapun hampir punah sepertinya. Ini saja sudah menunjukkan kesederhanaan yang hampir saya lupakan. Di kota saya sampai mendatangin sebuah kelas untuk mencari kesederhanaan supaya apa yang saya miliki bisa tertata, kembali ke desa semua tertata secara otomatis karena kesederhanaan memang sudah ada tanpa dicari. Sederhana itu ya sederhana, dan sederhana itu membuat bahagia. Hati saya benar-benar berbeda ketika ada disini dan disana. Tidak ada yang saya iri kan disini, bahkan rasa syukur tak kurang untuk selalu saya ingat. Alangkah berbedanya dengan apa yang terjadi pada diri saya ketika saya berada di kota besar. Sedikit yang saya mengerti tentang arti sederhana sebenarnya karena terkadang saya berfikir sederhana atau ngirit atau prehatin itu nyrempet bisa dikatakan sama dalam suatu kondisi. Kalau kata bapak saya sih sebenarnya ga ada bedanya di desa dan di kota, tapi karena intensitas orang yang nrimo di desa itu lebih banyak daripada di kota jadi terlihatlah persaingan materi di perkotaan. Pada bab "bahagia itu sederhana" yang saya ikuti di ceritakan tentang kebahagian seorang nelayan dan seorang mahasiswa yang berambisi, tapi karena nelayan menerima kebahagiaan dengan kesederhanaan tanpa materi berlimpah ruah. Berbeda dengan orang yang sudah terlanjur terbawa nafsu hati nya, mereka yang berfikir materi yang membawa kebahagiaan tak bisa disalahkan secara langsung karena hati yang berbahagia dengan kedatangan nafsu maka akan memenuhi keinginan nafsu seperti halnya orang jatuh cinta.
Saya ingin kita sama sama belajar hidup sederhana di realita kehidupan kota yang penuh glamoritas. Ini mungkin beberapa tips yang saya rangkum dan SEDANG saya usahakan untuk lakukan, jadi belum selesai saya lakukan, karena belajar itu tidak akan pernah ada habisnya apalagi mempelajari hidup.
  1. Niat untuk berubah
  2. Berusaha bangun pagi. Stel alarm sepagi mungkin, karena biasanya orang mulai menata semuanya di pagi hari. Saat bangun cobalah untuk bersyukur, mengingat nikmat yang kita dapat kemarin dan hari ini masih diberi hidup. Pikirkan orang orang yang kita sayangi dan rencanakan apa yang akan kita lakukan untuk mereka. Saya akan memberikan sesuatu kepada orang yang saya sayangi tanpa menggunakan materi. Tariiiiikk nafas panjang.... hembuskan dan mulai berfikir untuk itu.
  3. Berdoa atau langsung bisa dengan sholat subuh.
  4. Olahraga. Bisa dengan jalan santai keliling kompleks atau sepedahan. Nah disaat seperti ini kita harus menggunakan energi positive kita. Kita sapa setiap orang yang kita temui dan beri senyum paling ikhlas kita. Menurutku disinilah kita harus melakukan observasi terhadap apa yang kita lihat. Bagaimana kebahagiaan-kebahagiaan yang muncul dari raut wajah orang yang kita temui. Saya paling suka hal ini.
  5. Sarapan. Bukan sekedar sarapan, tapi harus berdoa sebelum makan berterima kasih karena kita diberi rezeki untuk bisa membuat badan kita, bersyukur setelah makan karena kita masih bisa merawat badan dengan makan SECUKUPNYA. Saran saya kita harus sarapan supaya mencegah nanti diajak makan mahal oleh teman mungkin. Kalau tidak rajin-rajinlah puasa supaya bisa semakin merasakan rasa syukur. Lebih mendekatkan diri dengn tuhan tentunya.
  6.  Jika ada uang sisa beri rezeki orang-orang yang berusaha memperjuangkan hidupnya dengan berjualan.
Itulah rutinitas pagi yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan semangat sederhana. Life is simple if we thinking simple too. Happiness is simple with simple life :))

Categories: , ,

Jumat, 24 April 2015

roti gandum

saat ada promo roti di salah satu supermarket di jogja tanpa berfikir 2x langsung aku beli. itu lo roti gandum yang panjang kayak tongkat kasti. sesampai di kos bingung deh mau dimakan gimana, masak makan roti doang. hening. *sambil mikir. akhirnya aku putuskan untuk membuat makanan sok british gitu. tidak ada masak memasak ribet, tinggal roti dipotong trs ditambah selada serta telur setengah mateng dan saus serta mayonaes. lumayan lah rasanya. buat sarapan ala ala orang rambut pirang gitu. cukup bikin kenyang.


dan ketika sore menjelang, kulihat potongan roti itu masih tapi mau dibikin apa? dan teringat waktu ke sebuah tempat kopi yang menyajikan roti gandum dengan kopi dengan susu.*sok sok pngn bikin late gituu dan kenikmatannya pun terbayarkan. ya..teman di sore hari ketika hujan.

perpaduan yang yahud memang roti gandum dengan secangkir imut kopi susu. meskipun dengan jelas akan terasa roti gandum jauh lebih manis daripada secangkir kopi. ku rasankan untuk disajikan disaat hujan. :9

Kamis, 23 April 2015

"B" for bumi dan buku


sudah ada sekitar 5 jam layar leptop ini menyala mengarungi dunia maya. iseng -iseng ku buka pos dalam blog ku, dan satu kata untukku "ALAY", hahahahaha... yang sok sok an pake bahasa inggrislah, yang curhat lah, yang galaulah. entah kenapa aku tidak menulis sesuatu yang lebih berguna mungkin atau menulis sebuah dongen ato cerita yang mungkin besok bisa kuceritakan kepada anak-anak kecil yang bermain di sekitaran rumah. sedikit ingin mencemooh diri sendiri tapi tidak akan ku hapus. biarlah jadi kelucuan untukku sendiri. lihat saja ini saja aku menulis tanpa EYD.

candi abang

mengisi hari minggu karena suatu kejenuhan akan rutinitas sehari-hari. piknik orang bilang. aku adalah orang yang gila piknik. sudah sebulan ini aku belum piknik, hahaha. biasanya aku luangkan waktu setiap sebulan sekali untuk menikmati pemandangan hijau dan biru yang awesome itu. dari rencana awal akan berkunjung ke candi boko yang realisasinya malah mampir-mampir disik. seperti biasa hari minggu dengan badan tergeletak diatas kasur molet pun enggan. saat handphone berdering, telepon dari ibu. dalam hari aku berfikir, mungkin ini salah satu cara ibu memantau anaknya sudah bangun apa masih malas-malasan. sebelum kuangkat aku ber"ehmm" terlebih dahulu menghilangkan suara bangun tidur dan memposisikan badan biar keluar suara seakan sudah enerjik. dan ternyata benar pikiranku. hahahaa... karena sudah terlanjur bangun, ku lanjutkan rutinitas hari minggu, bersih-bersih. setelah semua selsai sekali lagi ku lihat handphone yang tergeletak diatas meja, ada agenda piknik minggu ini :D segeralah siap-siap,karena sudah terlanjur kesiangan, hahahaha.

oke. langsung pada perjalanan ke rencana awal ke candi boko. dengan mengendarai motor, mengenakan jaket untuk menghindari terik panas matahari karena kesiangan menuju ke arah berbah. sepanjang jalan cukup lama, tiba-tiba temanku sebagai navigator lupa arah. berdasarkan insting kita lalui jalanan dengan pemandangan sawah-sawah dan terkadang kita melewati kali yang masih jernih. tidak sengaja kita melihat sebuah papan yang bertuliskan "candi abang" dan kita pun memutuskan untuk kesana. diantara kita sudah ada yang kesana tapi karena 1:4, candi abanglah pemenangnya, hahahaha... dengan panas terik matahari sekonyong-konyong jalan menuju candi abang itu benar-benar membakar rasanya. teringat foto -foto di salah stau sosial media tentang explore jogja, anggap saja kita sedang mengikuti hal yang sedang ngHits #explorejogja. berbekal 2000 untuk parkir saja kita sudah puas foto-foto sampai gosong.

pemandangan dari atas candi abang

Jumat, 20 Februari 2015

liburan tahun baru 2015

untuk suatu kebetulan saja libur tahun baru ini lumayan panjang dan baru saja aku hanya memikirkannya. merasakan ramainya tahun baru. biasanya aku orang yang enggan untuk berada di keramaian, karena apa? karena merasa risih saja dengan hal hal yang terlalu bising. niat untuk merasakan keramaian ini timbul karena aku ingin mencoba hal yang biasanya dilakukan orang-orang pada umumnya. tiba-tiba saja handphone ku mengeluarkan nada bbm yang khas itu, mungkin ini karena keajaiban pikiran (hahahahaha...) bbm dari aar yang berencana berkunjung ke jogja untuk merayakan liburannya pasca wisuda. ya sebenarnya bukan libur buatnya tapi masa transisi aka pengangguran yang mencari kerjaan. sebagai tuan rumah yang baik aku mencoba menyajikan berbagai pilihan untuk mengisi waktunya. kita sepakat untuk mencoba hal hal yang mainstream, yaitu dengan berkunjung ke pantai untuk menyaksikan pesta kembang api. 

Senin, 05 Januari 2015

Mencoba menjadi pendengar

Masih tentang bagaimana cara menjadi pendengar yang baik. Sudah mencoba tapi gagal,  tapi aku ga mau menyebutnya sebagai suatu kegagalan tapi adalah masih dalam suatu proses. Ya.. proses belajar untuk mendengarkan orang lain.. di dunia ini memiliki populasi yang tak terhingga,  semakin hari jumlah penduduk senakin bertambah dan kita akan lebuh sering mendengarkan suara bayi menangus. Dengan begitu akanlah menjadi suara keluh kesah yang bakalan kita coba untuk dengar supaya kita bisa menjadi pendengar yang baik. Memahami kehidupan salah satunya dengan mendengar,  lebarkan cuping telinga menemukan banyak kisah dari cerita cerita orang lain yang kita dengarkan.  Aku percaya bahwa perbedaan itu akan membawa kita dalam suatu proses kehidupan yang sesungguhnya. Dalam menjadi pendengar yang baik kita haruslah memupuk rasa simpati dan empati. Kita harus menggunakan rasa empati dan simpati tersebut di saat yg tepat. Nah dalam hal ini aku merasa sulit untuk menerapkannya. Ikut merasakan suka cita atau duka cita merukapan cara memupuk rasa empati dan simpati dalam mendengar, akan tetapi ada beberapa hal yang menurutku bisa membawa kesalahan apabila rasa tersebut terutama rasa suka cita bisa menjerumuskan kita pada rasa iri. 

Senin, 15 Desember 2014

meredam redup

sore dan hujan adalah perpaduan suasana yang syahdu untuk beristirahat, apalagi ini adalah hari minggu. menuruti kebiasaan burukku, saat handphone terkoneksi dengan internet yaitu suatu hal yang dapat menghubungkan kita dengan orang yang jauh sekalipun. stalkingpun dimulai. hahahahaha...sebenarnya dari pengalaman yang aku alami, semakin aku banyak melihat timeline suatu sosial media semakin membuat aku IRI, yeaaaahhh itu adalah sifat jelek yang sebenernya aku sendiri juga tidak suka. bukannya aku orang baik, tapi rasa iri itu bikin ga nyaman aja di hidup. mau ngapa-ngapain terkadang terbayang yang dilakuin orang lain. ini bisa membunuh perlahan lahan. terkadang ada fikiran sepertinya wajar sih ada iri di dalam tubuh raga manusia (alasan klasik, namanya juga manusia) asalkan rasa iri ini tidak disertai hasrat negatif aja. atau mungkin beda arti antara iri dengan sifat yang kompetitif? terserah yang mengartikan, asalkan yang memikirkannya tidak bertujuan buruk sih artinya Insya Alah baik (sebenernya tulisanya insya apa inshaa sih?)
mungkin aku bakalan terlalu banyak ngomong di tulisan kali ini. nanti bisa diambil kesimpulan sendiri ini curhat apa sharing atau apalah namanya.



Senin, 03 November 2014

kemarau panjang

tiba disuatu ketika aku mulai jenuh dengan pekerjaan yang hampir satu tahun berjalan. pekerjaan yang stagnan tidak ada perubahan yang berarti setiap harinya. seolah aku merasa ini bukan jalanku, aku harus segera pergi dari area ini. begitulah jeritan hatiku yang kerap muncul ketika keterpurukan menimpaku. sejak dulu, aku melangkah tanpa tujuan. sekarang aku disadarkan oleh sebuah proses, bahwa setiap tindak tanduk yang kita lakukan haruslah bertujuan untuk menentukan langkahmu. sesosok laki laki berbadan besar pernah memberikan petuah tersebut untuk diriku yang egois dan cuek terhadapan kehidupan orang lain. tubuhku yang mulai terkena kekeringan seiring dengan berjalannya keringnya kemarau.
disaat aku mulai melihat masalah yang banyak aku cuekin, sekarang aku mulai resah. bagaimana menghadapi itu semua? setiap aku berusaha memperbaiki satu per satu yang ada aku malah menambah masalahku.  dan hingga tiba pada fase aku mulai menyalahkan diri sendiri. siapa lagi yang disalahkan? karena semua tindakan yang terjadi karena keputusanku sendiri. 

Minggu, 17 Agustus 2014

Selamat berumu 69th INDONESIA

http://www.lpmedents.com/wp-content/uploads/2013/08/semangat+kemerdekaan.jpg

Memasuki bulan Agustus ini selalu bernuansa kemerdekaan. Sebagaimana kita tahu kalau negara kita ini sudah dijajah ratusan tahun oleh bangsa asing, tapi kenapa akhir akhir ini malah seperti dijajah leh bangsa sendiri. Meskipun saya tidak tinggal di jaman dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan tapi sejarah menggambarkan semua perjuangan pahlawan-pahlawan kita. Dalam sebuah pendidikan yang berhubungan dengan nasionalisme kepada negara kita, sejak kecil kita dikenalkan pada pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan sebagai keniscayaan, dimana tentang kehidupan sosial terhadap sesama makhluk tuhan, menghargai orang lain serta diri sendiri. semakin berkembangnya teknologi sekarang ini perlahan pula kehidupan sosial manusia berubah. Penyakit penyakit sosial mulai bermunculan dan sulit diatasi dengan jaman yg modern ini. Adalah gejala-gejala sosial yang dianggap tingkah laku yang bertentangan dengan norma. berikut ada 8 gejala patologi sosial :


Selasa, 22 Juli 2014

kenal?

status. apakah itu penting? menurutku sih biasa aja.tapi entah kenapa aku selalu dibully karena aku sendiri, baca sekali lagi SENDIRI bukan jomblo (hahahha..ngeles). satu hal yang membuat mereka bahagia adalah ketika aku mengucapkan kata tentang mantan, seperti sebuah sasaran empuk untuk bahan makian. cukup. aku sudah biasa. kebal. aku bahagia kalau kalian bahagia sob. jadi menurutku aku bahagia aku begini. coba deh dibandingin kalau ada status pacar dan tidak. kemana-mana ga bakalan bingung mau pamit ini-itu ke doi (cieelah...doi), mau ngerjain sesuatu ga bakal keganggu cuma gara-gara ada chat dari yang namanya pacar atau mungkin malah kedatangan si pacar terus ngajak main, nah kan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan jadi tertunda. bukan bermaksud apa-apa, ini adalah salah satu bentuk pembelaan orang yang sendiri. tunjukkan jarimu kalau setuju (jangan jari tengah ya....) sebenarnya dengan kamu tidak terikat oleh suatu status atau apalah itu membuat kamu bisa lebih banyak memiliki ruang gerak loh. meskipun punya pacarpun juga bisa, tapi kan siapa juga yang tau bakalan punya pacar yang kayak gimana nantinya. kan ada tuh pacar yang suka kemana-mana harus laporan, kayak apa aja. tapi aku juga ga nyalahin sih tapi memang terkadang sebagai seorang cewek pasti ada timbul perasaan seperti itu kepada orang yang dia suka, cuman tergantung seorang cewek itu mengaturnya aja. entah kalau cowok gimana, because I think I'm a girl.hahahaha.... menyenangkan memang punya pacar, aku akui itu yang notabennya pernah pacaran dulu. duluuu banget.
from google

Minggu, 27 April 2014

Minggu malam

Kemarin minggu aku tanggal 19 april, yaaa....aku ingin menulis daily acitivityku :) menyambut pagi dengan memasak bersama teman kos sebelah, karena kos ku minim fasilitas tidak perlu dipungkiri itu.durasi memasak yang menurutku cukup lama padahal cuma sekedar membuat pisang aroma dan martabak telor mini, sayang fotonya sudah ilangbjadi ga bisa nampilin deh. Tapi menurutku masak waktu itu cukup berhasil. Meskipun awalnya ada beberapa pisang aroma yang gosong. Setelah kenyang tiba tiba handphoneku berdering ada telp dari sahabatku yang kos di daerah gejayan. Dia memintaku maen kesana dan tanpa babibu karena sore itu aku tidak ada jadwal aku bisa langsung kesana.

Sesampainya disana ternyata dia sudah menyiapkan suprise dengan sebuah cupscake sokelat dengan taburan oreo diatasnya, bisa dibayangkan enaknya. Saking senengnya si cupcake tidak sempat terfoto karena buru buru masuk perut. Baru 1 jam makan kenyang oleh cupcake, diajaklah aku makan mie ayam. Demi menuruti ibu hamil biar anaknya lahir ga ngileran, hahahaha ?. Ikut makanlah aku mie ayam, dan wow perutku penuh sekali rasanya itu. Setelah perut terisi sangat penuh kita enggan pulang ke kos. Entah kemana roda motor membawa kita pergi. Sampai tiba saat setelah kita sholat di masjid terbesit ide ke gramedia. Kemarin sempat liat sebuah iklan di twitter dari bukune kalau ada meet and gret sama bena dan indra. Akhirnya kita mencoba kesana. Mungkin karena sudah jam 8 lebih kita ga bisa dapat posisi yang pas didepan mereka berdua, tp cukuplah buat melihat mereka dari jarak ga cukup jauh. Dan acara samapi jam 9 lebih. Berasa anak muda sekali aku, minta foto lah apa lah.. hahahaha... cukup sudah temenku hampir ga mengakui aku temennya.

Sabtu, 19 April 2014

Krisis Moral

pernah aku liat masalah krisis moral pada anak muda jaman sekarang. bukan berarti aku anak muda dengan berjuta juta moral, aku mungkin juga masih punya banyak kesalahan dalam hal moral tetapi aku mau belajar sekaligus sharing lewat tulisan ini. Menurut pengalamanku, aku pernah sewaktu duduk dibangku kuliah mendapatkan pembelajaran entah dari teman atau dari dosen yang salah satunya adalah sebagai berikut

1. kita itu harus menjadi pendengar yang baik. Karena mendengar lebih susah dari pada mengucapkan kata-kata. Dalam hal ini aku cukup yakin kalau banyak orang yang lebih suka curhat daripada mendengarkan orang curhat. Tanpa surveypun aku tau, karena aku juga kadang merasa begitu :p setiap manusia memiliki sisi egois dan terutama suka mengeluh itu intinya. setiap kali mencoba memanfaatkan fungsi telinga ini terkadang malah salah dan terjerumus kedalam hal yang negatif, apa itu? GOSIP! hahahaha... wanita, tapi ga seharusnya kayak gitu. beruntunglah kalian yang suka banyak mendengar, karena itu tandanya kalian menggunakan fungsi telinga dengan baik dimana telinga ada dengan jumlah lebih banyak daripada mulut sehingga fungsinyapun harus lebih banyak. dalam halnya saat kuliah kita dituntut untuk perhatian dalam mendengarkan dosen dan berbicara seperlunya untuk mendapatkan kejelasan lebih dari dosen. mendengar mendengar ini itu dan tunjukan simpati kemudian diam kalaupun ada solusi ya keluarkan solusi. be good listener!
2. jujur itu susah dicari. dalam hal apapun usahakan untuk jujur. kalau orang bilang jujur ajur, tapi menurutku itu hanya pendapat orang yang memang mau jalan pintas aja, karena dengan jujur sebenarnya kamu akan menemukan tahap-tahap kehidupan yang sebenarnya. kalau memang harus menyakitkan terlebih dahulu tapi kamu akan memetik buah dari kejujuran itu. percayalah!
3. orang lain boleh benci sama kita, but kita harus menyukai semua orang!!! sekarang aku tanya, apa manfaat kita membalas kebencian orang lain? jadi lah manusia cuek bebek masalah sangka prasangka gitu. terkadang belum tentu pastinya cuma tau dari kata-katanya bisa dengan mudah membuat kita benci dengan seseorang. Bukannya lebih asik punya banyak teman daripada banyak musuh kan? semuanya tergantung pada dirimu sendiri, kalau kamu bisa memperlakukan orang lain secara baik maka orang lain akan menyukaimu pula. semua itu pasti ada timbal baliknya kok dan semua itu lakukan dengan niat yang baik. Kalau membenci itu menurutku perkara mudah, tinggal bilang aja "aku ga suka" "ah..apaan sih" "ouh..gitu ya" "cuma segitu" udah gitu aja deh kemungkinan besar bisa menyinggung perasaan lawan bicaramu dan otomatis akan mincul perasaan kecewa sampai benci. Gampang banget kan. Tuhan menciptakan sesuatu emang selalu berpasangan untuk keseimbangan hidup ini. Yaaa.. kalo membuat orang lain benci bisa semudah itu harusnya ada dong yg membuay kita suka sama semua oranh dengan mudah. Apa itu? Cukup 1 kata. SENYUM :) gampang pol, ga pake bayar, ga pake mikir. Tinggap angkat aja sudut bibirmu itu keatas. Selain gampang itu juga bisa bikin kamu awet muda serta cantik selalu looh...hahahahaha...
4. don't be sirik .. ini ni yang sering ga kita sadari. tiba tiba terbesit kata "pengen ini pengen itu"  gara gara liat "temen kita ini temen kita itu". Itu namanya hawa nafsu brooo... jadi kalau kamu nurutin perasaan itu ga bakal ada habisnya, yang ada apa-apa yang kamu punya bakalan habis. Tau rasakan kalo udah habis gitu *_* Nah disini nih fungsinya sabar, ya sabar ga menuruti itu sirik atau bisa dibilang rasa pengen sama kepunyaan orang lain. Setiap agama pasti ada anjuran buat puasa kan, ajaran agama aja nyuruh kita menahan nafsu kita ya salah satunya itu tu sirik, lama lama bakalan menghancurkan diri lo sendiri.

Selamat pagi dunia, aku ingin pagi ini kalian semua berpositif thinking dari pagi ini dan seterusnya :))

Kamis, 03 April 2014

tersentuh oleh "JAR OF HEART"

terlalu pagi buat galau bermenye menye, tapi mumpung lagi buka blog dan asik menjelajahi mbah google aku ingin menulis sedikit tentang aku dapet. ini bermula karena aku merasa dalam sebuah situasi yang menekan, dan harus fight tapi yang membuat fight ini adalah fight mental. terkadang memang ingin mengeluh tapi seorang sahabat memberitahuku bahwa mengeluh itu ga akan menyelesaikan masalah, pasalnya ga semua orang suka dikeluhin dan keluhan yang diutarakan itu akan menjadi suatu kebiasaan sehingga pada akhirnya akan menjadikan dirimu seseorang yang ga akan pernah bisa bersyukur. DEG! sebuah keputusan itu mudah untuk diambil tapi entah nanti menjalaninya giman kalau ga ada niat yang serius. aku pikir ini adalah salah satu jalan untuk menjadikan diri berubah menjadi sedikit lebih pantas menjadi dewasa. kita harus pintar-pintar memilah milih hal mana yang perlu disisakan dalam otak dan mana yang perlu dibuang, hahahaha..... sehingga pikiran itu tidak lagi menjadi halangan yang menekan mental yang membawa kondisi psikis untuk bertarung, apalagi ditambah tekanan-tekanan dari luar yang jelas sekali bakalan kamu dapet setiap hari.
Kamu lelah! itu wajar, namanya juga manusia mempunyai batas. istirahat aja kalau jenuh tapi ya sebentar aja dan setelah itu bangkit lagi jalan lagi kalau perlu berlari lah. awalnya aku merasa harus bagaimana memulai sesuatu karena mungkin aku terlalu lama beristirahat, hahahaha.... sahabatku bilang, bersyukurlah! itu mungkin mudah dibilang tapi coba deh kamu lakuin dalam sehari bisakah kamu selalu bersyukur? dan akhirnya aku memikirkan hal itu, aku hampir lupa caranya bersyukur dalam konteks saat melakukan hal apapun dalam kehidupan sehari-hari. mulai dari bangun tidur, mungkin bisa dihitung aku berdoa atau mengucap syukur karena masih diberi nafas untuk menikmati dunia ini. beranjak ke saat aku sarapan, mungkin alhamdulillah sudah terucap tapi dalam hati ini masih belum ada kata syukur yang berteriak, damn! baru pagi aja aku mengoreksi diri sendiri udah sebanyak ini belum lagi sampai malam. dan sekarang bukan waktunya untuk menyesali itu, sebenarnya menyesal boleh tapi cukup sebentar saja dan gunakan untuk menjadi koreksi. yeaah... dari judul blog aja pastinya sudah tau aku ingin membahas tentang lagunya si mbak christina perri. Hah! buakan berarti aku galau segalau lagu yang ingin aku tulis ini. cuman apa ya... ya gitu deh cuma lagi naksir aja sama lagu satu ini. lirik yang paling aku suka "But I have grown too strong dan I learned to live, half alive" karena apa? aku pikir kalimat ini cisa dijadikan quotes yang bermaksud tidak hanya untuk masalh menye menye gitu, hahahaa...
yaa....intinya aku ga ingin dengan adanya masalah terus kita menyesal terus menyerah. ga banget! berusaha dong! :D selama ada rasa syukur disitu akan ada bahan bakar untuk mencoba lagi lagi dan lagi. Good Morning, Have nice Day :))

Senin, 06 Januari 2014

sekilas materi tentang diagnosis yang bersambung :)

Sedikit menuangkan apa yang akan aku pelajari. Lagi baca buku yang judulnya “Diagnosis Kelainan dalam Mulut”. jadi mungkin buat yang males ngetik isi buku ini bisa aku bantu ngetikin :) Menurutku buku ini lah awal-awal yang harus kita pelajari sebelum masuk klinik...

Faktor-faktor yang mempersulit diagnosa itu:
1. Ada beberapa kasus yang GEJALAnya hampir serupa, eg. pulpitis dan odontalgia. (yang dapat dilihat oleh pasien)
2. Tanda dari berbagai macam penyakit dapat tampil serupa, eg. trauma dari gigi tajam dengan karsinoma sel skuamosa. (dapat dilihat oleh pemeriksaan)
3. Tanda dan gejala penyakit sama tetapi pasien beda memiliki persepsinya berbeda.
4. Tanda dan Gejala yang tersembunyi, terlihat dengan cara tanya jawab dan pemeriksaan yang teliti.
5. Pemikiran sebelumnya yang dapat menutupi sehingga tidak dapat memunculkan riwayat dengan teliti dan penyebab yang bersifat non dental.
6. Penyakit yang umum terjadi harus dilakukan diagnosa banding sebelum mempertimbangkan penyakit yang lebih langka.
7. Beberapa pasien saja yang menceritakan riwayat penyakit yang menurut mereka ingin di dengar dan diterima lingkungan dan ada beberapa riwayat yang tidak akan begitu saja diceritakan kepada dokter gigi.
8. Suatu hal yang bersifat nondental dapat disalah artikan oleh pasien sebagai hal yang bukka urusan dokter gigi.
9. Proses diagnosis sebenarnya telah dimulai segera begitu pasien masuk ke ruangan dokter gigi, dan hati-hati terhadap apa yang ditampilkan pasien(seperti penampilan necis belum tentu orang bebas alkohol, tembakau)

Dalam menentukan diagnosis ada 3 unsur: riwayat penyakit, pemeriksaan, tes diagnostik. Perlakukan pasien sebagai seorang individu, bukan sebagai suatu penyakit, dan gunakan pula pendekatan yang teratur serta hindari “spot” diagnosis. Perhatikanlah semua hal secara terperinci, seperti
- Rekam medis gigi geligi berisi informasi penting, jangan menutupi atau menghilangkan fakta walaupun kelihatannya tidak terlalu penting.
- Rekam medis perlu di beri tanggal, lengkap, dapat dibaca dan tidak mudah dihapus.
- Pasien berhak secara hukum untuk mendapatkan isi rekam medis.
- Perlunya orang ketiga
- Perlu persetujuan untuk pasien di bawah umur 16th
- Anak-anak akan kooperatif bila sudah diperkenalkan dan kenal.
- Hubungan dengan pasien perlu dibangun dan merupakan awal untuk mendapatkan riwayat penyakit yang tepat.

Saat wawancara sebaiknya dokter gigi- pasien membangun hubungan agar didapatkan informasi secara verbal maupun nonverbal. Sikap duduk, kontak mata, jarak, simpati, empati, senyuman, anggukan positif, catat informasi penting dan keluarga pasien, hindari penggunaan masker saat wawancara, beri penjelasan penyakit hingga tindakan yang akan diambil. pasien akan merasa santai dengan dokter yang memeriksa dengan teliti, sistematis, perhatian disertai lingkungan yang ramah.

a. Riwayat Penyakit
untuk mendapatkan riwayat penyakit yang merupakan keterangan pribadi pasien perlu beberapa tahapan:
1. Tahap perkenalan⇒ sapa dengan nama, memperkenalkan diri, menghilangkan kecanggungan, menggunakan bahasa-bahasa awam/ umum, catat kalimat awal pasien dan data biografi. tanggal lahir berhubungan dengan umur yang dimana ada penyakit yang berkaitan dengan usia, alamat berhubungan dengan kedatangan kembali dan geografis fluoridasi air minum, nomer telp untuk mempermudah menghubungi pasien, pekerjaan berhubungan dengan pendidikan,status sosial, paparan sinar matahari, karies.
2. Mendengarkan keluhan pasien ⇒ dorong untuk menggambarkan keluhannya, hindari memotong pembicaraan, jangan memotong cerita pasien, gunakan kat-kata sederhana, arahkan pasien pada fokus pada hal yang penting, catat keluhan pasien dengan bahasa pasien karena saat pasien menggambarkan keluhannya saati itu pasien sedang mengisi daftar gejala,catat gejalan sesuai urutan keparahan dan hubungkan kelugan pasien dengan kalimat awal pasien sebelumnya.
3. Tanya-jawab yang terstruktur ⇒ riwayat keluhan utama (kapan, bagaimana sekarang dan dulu apakah ada perubahan, apa yang memperparah, apa adaa yang mengurangi keluhan, sudah pernah dirawat belum, penjelasan lbh lanjut tentang gejala seperti penggambaran rasa sakit, kurangi kalimat terarah yng jawabnya ya tidak),  riwayat medis (berhubungan dengan resiko kesehatan sehingga dapatmerubah rencana perawatan, perlu di catat dan dilakukan pemeriksaan ulang >> penyakit berat, rawat rumah sakit dan masalahnya, dalam perawatan dokter, sedang mengkonsumsi obat, pernah perdarahan saat terluka/cabut gigi, pernah di tolah donor darah, penyakit jantung, hipertensi, resiko endokarditis saat pencabutan [demam rematik, bising jantung atau kelainan jantung, asma, permasalahan pernafasan, TB, infeksi tertentu, diabetes, epilepsi, hamil atau menyusui, alergi, masalah dengan antibiotik,aspirin, dan tanya apakah masih ada informasi medis yang belum dokter ketahui), riwayat gigi terdahulu (sebelumnya sering ke dokter gigi/tidak,kapan terakhir ke dokter gigi dan apa yang dilakukan, pernahkan sebelumnya bermasalah dengan anastesi, pernah orto, berapa x menyikat gigi, menggunakan benang floss), riwayat keluarga (melibatkan kondisi herediter kakek-nenek, orangtua, saudara kandung, anak; penyakit yang melibatkan herediter antara lain hemofiia,DM, hipertensi, epilepsi jenis tertentu, penyakit jantung,kelainan psikiatri, kanker payudara, keganasan lain), riwayat sosial (untuk mendapatkan gambaran gaya hidup pasien (olahraga, BB-TB,diet, alkohol, rokok, mengunyah tembakau, bekerja, kondisi rumah/ pasangan, stres, narkoba).

bersambung dulu yaa….

Jumat, 27 Desember 2013

I was be the co-ass

"Are you ready?" Mungkin itu kata-kata yang terdengar saat pertama kali aku diumumkan lolos kepanitraan umum menuju bangsal untuk berjuang menjadi seorang co-assisten(singkat koas). Dan dalam hati cuma berkata "siap ga siap". Believed or not, awalnya aku sudah tidak yakin akan kelulusanku ini, tapi ternyata Allah berkata lain. Bagaimana aku menyiapkan mental menghadapi dosen dan pasien secara bersamaan? Itulah yang harus aku lakukan. Berusaha untuk memantaskan diri menjadi koas, aku tidak mau lah menjadi koas tapi otak nol isinya. Mempunyai attitude dan skills itu penting. Sedangkan aku pikir nilaiku dalam hal itu masih nol. Kerubah kebiasaan itu tidak mudah, seperti sekarang aku berusaha merubah cita-cita saja belum juga bisa. Kayaknya emang dasarnya keras kepala, dpi kepala itu yang ada yaa...aku nglakuin yang aku pengen. Padahal keinginan itu ga selamanya bisa sejalan dengan kebutuhan.
Enjoy it! Yaaah..nikmati aja lah, ikuti aturan dan alur mainnya, dan semuanya akan cepat berakhir, believe it! Bahakan aku tau masih banyak problems ku disini di dalam kota gudeg ini yang paling luas hingga problems di dalam diri yang paling sempit. Aku betah-betah aja sih di sini tapi ya ga lama-lama disini juga.
Tugas saya adalah mencari relasi, menjaga relasi dan memuaskan relasi, *tsaaaah bahasanya itu lo kok memuaskan. Bagaimana lagi, tujuan terbesarku adalah bisa membuat setiap orang tersenyum. Kamu tau tersenyum itu banyak manfaatnya lo. Mungkin karena itu ya aku ditakdirkan masuk kedokteran gigi, biarpun swasta aku percaya ga ada bedanya, tergantung pribadi masing-masing orang untuk berusaha aja.
Ga gampang melayani seseorang dengan jasa, beda dengan yang memberikan barang begitu saja. Dan tentunya jasa itu entah apa yang bisa mengukurnya karena tidak ada parameter untuk penilaian sebuah jasa. Oke guys.... mau memberi jasa sama artinya merelakan hidupkan. Menjadi teman yang baik juga salah satu contoh pemberian jasa yang paling mendasar, mungkin dari situ dulu aku harus memulai belajar attitude serta memberikan pelayanan jasa yang tanpa pamrih dan menyenangkan. I hope I can do that.

Setelah menulis acak adut ini sebagaia pemanasan, aku akan berusaha menulis yang lebih bermanfaat keesokan harinya, bye~
Terima kasih :)

Desa Tlogo di pagi hari yang cerah.

Kamis, 11 April 2013

berita duka



29 Mar. 13

Innalilahi wa innalilahi roji’un 





Telah berpulang ke Rahmatullah  teman saya Nurul A.H. hari Jumat pukul 9.00 am
Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, Amiiiiin .....

TT______TT




http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Copyright © luluvicious | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑