Jumat, 20 Februari 2015

liburan tahun baru 2015

untuk suatu kebetulan saja libur tahun baru ini lumayan panjang dan baru saja aku hanya memikirkannya. merasakan ramainya tahun baru. biasanya aku orang yang enggan untuk berada di keramaian, karena apa? karena merasa risih saja dengan hal hal yang terlalu bising. niat untuk merasakan keramaian ini timbul karena aku ingin mencoba hal yang biasanya dilakukan orang-orang pada umumnya. tiba-tiba saja handphone ku mengeluarkan nada bbm yang khas itu, mungkin ini karena keajaiban pikiran (hahahahaha...) bbm dari aar yang berencana berkunjung ke jogja untuk merayakan liburannya pasca wisuda. ya sebenarnya bukan libur buatnya tapi masa transisi aka pengangguran yang mencari kerjaan. sebagai tuan rumah yang baik aku mencoba menyajikan berbagai pilihan untuk mengisi waktunya. kita sepakat untuk mencoba hal hal yang mainstream, yaitu dengan berkunjung ke pantai untuk menyaksikan pesta kembang api. 

Senin, 05 Januari 2015

Mencoba menjadi pendengar

Masih tentang bagaimana cara menjadi pendengar yang baik. Sudah mencoba tapi gagal,  tapi aku ga mau menyebutnya sebagai suatu kegagalan tapi adalah masih dalam suatu proses. Ya.. proses belajar untuk mendengarkan orang lain.. di dunia ini memiliki populasi yang tak terhingga,  semakin hari jumlah penduduk senakin bertambah dan kita akan lebuh sering mendengarkan suara bayi menangus. Dengan begitu akanlah menjadi suara keluh kesah yang bakalan kita coba untuk dengar supaya kita bisa menjadi pendengar yang baik. Memahami kehidupan salah satunya dengan mendengar,  lebarkan cuping telinga menemukan banyak kisah dari cerita cerita orang lain yang kita dengarkan.  Aku percaya bahwa perbedaan itu akan membawa kita dalam suatu proses kehidupan yang sesungguhnya. Dalam menjadi pendengar yang baik kita haruslah memupuk rasa simpati dan empati. Kita harus menggunakan rasa empati dan simpati tersebut di saat yg tepat. Nah dalam hal ini aku merasa sulit untuk menerapkannya. Ikut merasakan suka cita atau duka cita merukapan cara memupuk rasa empati dan simpati dalam mendengar, akan tetapi ada beberapa hal yang menurutku bisa membawa kesalahan apabila rasa tersebut terutama rasa suka cita bisa menjerumuskan kita pada rasa iri. 

Senin, 15 Desember 2014

meredam redup

sore dan hujan adalah perpaduan suasana yang syahdu untuk beristirahat, apalagi ini adalah hari minggu. menuruti kebiasaan burukku, saat handphone terkoneksi dengan internet yaitu suatu hal yang dapat menghubungkan kita dengan orang yang jauh sekalipun. stalkingpun dimulai. hahahahaha...sebenarnya dari pengalaman yang aku alami, semakin aku banyak melihat timeline suatu sosial media semakin membuat aku IRI, yeaaaahhh itu adalah sifat jelek yang sebenernya aku sendiri juga tidak suka. bukannya aku orang baik, tapi rasa iri itu bikin ga nyaman aja di hidup. mau ngapa-ngapain terkadang terbayang yang dilakuin orang lain. ini bisa membunuh perlahan lahan. terkadang ada fikiran sepertinya wajar sih ada iri di dalam tubuh raga manusia (alasan klasik, namanya juga manusia) asalkan rasa iri ini tidak disertai hasrat negatif aja. atau mungkin beda arti antara iri dengan sifat yang kompetitif? terserah yang mengartikan, asalkan yang memikirkannya tidak bertujuan buruk sih artinya Insya Alah baik (sebenernya tulisanya insya apa inshaa sih?)
mungkin aku bakalan terlalu banyak ngomong di tulisan kali ini. nanti bisa diambil kesimpulan sendiri ini curhat apa sharing atau apalah namanya.



Senin, 03 November 2014

kemarau panjang

tiba disuatu ketika aku mulai jenuh dengan pekerjaan yang hampir satu tahun berjalan. pekerjaan yang stagnan tidak ada perubahan yang berarti setiap harinya. seolah aku merasa ini bukan jalanku, aku harus segera pergi dari area ini. begitulah jeritan hatiku yang kerap muncul ketika keterpurukan menimpaku. sejak dulu, aku melangkah tanpa tujuan. sekarang aku disadarkan oleh sebuah proses, bahwa setiap tindak tanduk yang kita lakukan haruslah bertujuan untuk menentukan langkahmu. sesosok laki laki berbadan besar pernah memberikan petuah tersebut untuk diriku yang egois dan cuek terhadapan kehidupan orang lain. tubuhku yang mulai terkena kekeringan seiring dengan berjalannya keringnya kemarau.
disaat aku mulai melihat masalah yang banyak aku cuekin, sekarang aku mulai resah. bagaimana menghadapi itu semua? setiap aku berusaha memperbaiki satu per satu yang ada aku malah menambah masalahku.  dan hingga tiba pada fase aku mulai menyalahkan diri sendiri. siapa lagi yang disalahkan? karena semua tindakan yang terjadi karena keputusanku sendiri. 

Minggu, 17 Agustus 2014

Selamat berumu 69th INDONESIA

http://www.lpmedents.com/wp-content/uploads/2013/08/semangat+kemerdekaan.jpg

Memasuki bulan Agustus ini selalu bernuansa kemerdekaan. Sebagaimana kita tahu kalau negara kita ini sudah dijajah ratusan tahun oleh bangsa asing, tapi kenapa akhir akhir ini malah seperti dijajah leh bangsa sendiri. Meskipun saya tidak tinggal di jaman dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan tapi sejarah menggambarkan semua perjuangan pahlawan-pahlawan kita. Dalam sebuah pendidikan yang berhubungan dengan nasionalisme kepada negara kita, sejak kecil kita dikenalkan pada pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan sebagai keniscayaan, dimana tentang kehidupan sosial terhadap sesama makhluk tuhan, menghargai orang lain serta diri sendiri. semakin berkembangnya teknologi sekarang ini perlahan pula kehidupan sosial manusia berubah. Penyakit penyakit sosial mulai bermunculan dan sulit diatasi dengan jaman yg modern ini. Adalah gejala-gejala sosial yang dianggap tingkah laku yang bertentangan dengan norma. berikut ada 8 gejala patologi sosial :


http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Copyright © luluvicious | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑