Kamis, 03 April 2014

tersentuh oleh "JAR OF HEART"

terlalu pagi buat galau bermenye menye, tapi mumpung lagi buka blog dan asik menjelajahi mbah google aku ingin menulis sedikit tentang aku dapet. ini bermula karena aku merasa dalam sebuah situasi yang menekan, dan harus fight tapi yang membuat fight ini adalah fight mental. terkadang memang ingin mengeluh tapi seorang sahabat memberitahuku bahwa mengeluh itu ga akan menyelesaikan masalah, pasalnya ga semua orang suka dikeluhin dan keluhan yang diutarakan itu akan menjadi suatu kebiasaan sehingga pada akhirnya akan menjadikan dirimu seseorang yang ga akan pernah bisa bersyukur. DEG! sebuah keputusan itu mudah untuk diambil tapi entah nanti menjalaninya giman kalau ga ada niat yang serius. aku pikir ini adalah salah satu jalan untuk menjadikan diri berubah menjadi sedikit lebih pantas menjadi dewasa. kita harus pintar-pintar memilah milih hal mana yang perlu disisakan dalam otak dan mana yang perlu dibuang, hahahaha..... sehingga pikiran itu tidak lagi menjadi halangan yang menekan mental yang membawa kondisi psikis untuk bertarung, apalagi ditambah tekanan-tekanan dari luar yang jelas sekali bakalan kamu dapet setiap hari.
Kamu lelah! itu wajar, namanya juga manusia mempunyai batas. istirahat aja kalau jenuh tapi ya sebentar aja dan setelah itu bangkit lagi jalan lagi kalau perlu berlari lah. awalnya aku merasa harus bagaimana memulai sesuatu karena mungkin aku terlalu lama beristirahat, hahahaha.... sahabatku bilang, bersyukurlah! itu mungkin mudah dibilang tapi coba deh kamu lakuin dalam sehari bisakah kamu selalu bersyukur? dan akhirnya aku memikirkan hal itu, aku hampir lupa caranya bersyukur dalam konteks saat melakukan hal apapun dalam kehidupan sehari-hari. mulai dari bangun tidur, mungkin bisa dihitung aku berdoa atau mengucap syukur karena masih diberi nafas untuk menikmati dunia ini. beranjak ke saat aku sarapan, mungkin alhamdulillah sudah terucap tapi dalam hati ini masih belum ada kata syukur yang berteriak, damn! baru pagi aja aku mengoreksi diri sendiri udah sebanyak ini belum lagi sampai malam. dan sekarang bukan waktunya untuk menyesali itu, sebenarnya menyesal boleh tapi cukup sebentar saja dan gunakan untuk menjadi koreksi. yeaah... dari judul blog aja pastinya sudah tau aku ingin membahas tentang lagunya si mbak christina perri. Hah! buakan berarti aku galau segalau lagu yang ingin aku tulis ini. cuman apa ya... ya gitu deh cuma lagi naksir aja sama lagu satu ini. lirik yang paling aku suka "But I have grown too strong dan I learned to live, half alive" karena apa? aku pikir kalimat ini cisa dijadikan quotes yang bermaksud tidak hanya untuk masalh menye menye gitu, hahahaa...
yaa....intinya aku ga ingin dengan adanya masalah terus kita menyesal terus menyerah. ga banget! berusaha dong! :D selama ada rasa syukur disitu akan ada bahan bakar untuk mencoba lagi lagi dan lagi. Good Morning, Have nice Day :))

Senin, 06 Januari 2014

sekilas materi tentang diagnosis yang bersambung :)

Sedikit menuangkan apa yang akan aku pelajari. Lagi baca buku yang judulnya “Diagnosis Kelainan dalam Mulut”. jadi mungkin buat yang males ngetik isi buku ini bisa aku bantu ngetikin :) Menurutku buku ini lah awal-awal yang harus kita pelajari sebelum masuk klinik...

Faktor-faktor yang mempersulit diagnosa itu:
1. Ada beberapa kasus yang GEJALAnya hampir serupa, eg. pulpitis dan odontalgia. (yang dapat dilihat oleh pasien)
2. Tanda dari berbagai macam penyakit dapat tampil serupa, eg. trauma dari gigi tajam dengan karsinoma sel skuamosa. (dapat dilihat oleh pemeriksaan)
3. Tanda dan gejala penyakit sama tetapi pasien beda memiliki persepsinya berbeda.
4. Tanda dan Gejala yang tersembunyi, terlihat dengan cara tanya jawab dan pemeriksaan yang teliti.
5. Pemikiran sebelumnya yang dapat menutupi sehingga tidak dapat memunculkan riwayat dengan teliti dan penyebab yang bersifat non dental.
6. Penyakit yang umum terjadi harus dilakukan diagnosa banding sebelum mempertimbangkan penyakit yang lebih langka.
7. Beberapa pasien saja yang menceritakan riwayat penyakit yang menurut mereka ingin di dengar dan diterima lingkungan dan ada beberapa riwayat yang tidak akan begitu saja diceritakan kepada dokter gigi.
8. Suatu hal yang bersifat nondental dapat disalah artikan oleh pasien sebagai hal yang bukka urusan dokter gigi.
9. Proses diagnosis sebenarnya telah dimulai segera begitu pasien masuk ke ruangan dokter gigi, dan hati-hati terhadap apa yang ditampilkan pasien(seperti penampilan necis belum tentu orang bebas alkohol, tembakau)

Dalam menentukan diagnosis ada 3 unsur: riwayat penyakit, pemeriksaan, tes diagnostik. Perlakukan pasien sebagai seorang individu, bukan sebagai suatu penyakit, dan gunakan pula pendekatan yang teratur serta hindari “spot” diagnosis. Perhatikanlah semua hal secara terperinci, seperti
- Rekam medis gigi geligi berisi informasi penting, jangan menutupi atau menghilangkan fakta walaupun kelihatannya tidak terlalu penting.
- Rekam medis perlu di beri tanggal, lengkap, dapat dibaca dan tidak mudah dihapus.
- Pasien berhak secara hukum untuk mendapatkan isi rekam medis.
- Perlunya orang ketiga
- Perlu persetujuan untuk pasien di bawah umur 16th
- Anak-anak akan kooperatif bila sudah diperkenalkan dan kenal.
- Hubungan dengan pasien perlu dibangun dan merupakan awal untuk mendapatkan riwayat penyakit yang tepat.

Saat wawancara sebaiknya dokter gigi- pasien membangun hubungan agar didapatkan informasi secara verbal maupun nonverbal. Sikap duduk, kontak mata, jarak, simpati, empati, senyuman, anggukan positif, catat informasi penting dan keluarga pasien, hindari penggunaan masker saat wawancara, beri penjelasan penyakit hingga tindakan yang akan diambil. pasien akan merasa santai dengan dokter yang memeriksa dengan teliti, sistematis, perhatian disertai lingkungan yang ramah.

a. Riwayat Penyakit
untuk mendapatkan riwayat penyakit yang merupakan keterangan pribadi pasien perlu beberapa tahapan:
1. Tahap perkenalan⇒ sapa dengan nama, memperkenalkan diri, menghilangkan kecanggungan, menggunakan bahasa-bahasa awam/ umum, catat kalimat awal pasien dan data biografi. tanggal lahir berhubungan dengan umur yang dimana ada penyakit yang berkaitan dengan usia, alamat berhubungan dengan kedatangan kembali dan geografis fluoridasi air minum, nomer telp untuk mempermudah menghubungi pasien, pekerjaan berhubungan dengan pendidikan,status sosial, paparan sinar matahari, karies.
2. Mendengarkan keluhan pasien ⇒ dorong untuk menggambarkan keluhannya, hindari memotong pembicaraan, jangan memotong cerita pasien, gunakan kat-kata sederhana, arahkan pasien pada fokus pada hal yang penting, catat keluhan pasien dengan bahasa pasien karena saat pasien menggambarkan keluhannya saati itu pasien sedang mengisi daftar gejala,catat gejalan sesuai urutan keparahan dan hubungkan kelugan pasien dengan kalimat awal pasien sebelumnya.
3. Tanya-jawab yang terstruktur ⇒ riwayat keluhan utama (kapan, bagaimana sekarang dan dulu apakah ada perubahan, apa yang memperparah, apa adaa yang mengurangi keluhan, sudah pernah dirawat belum, penjelasan lbh lanjut tentang gejala seperti penggambaran rasa sakit, kurangi kalimat terarah yng jawabnya ya tidak),  riwayat medis (berhubungan dengan resiko kesehatan sehingga dapatmerubah rencana perawatan, perlu di catat dan dilakukan pemeriksaan ulang >> penyakit berat, rawat rumah sakit dan masalahnya, dalam perawatan dokter, sedang mengkonsumsi obat, pernah perdarahan saat terluka/cabut gigi, pernah di tolah donor darah, penyakit jantung, hipertensi, resiko endokarditis saat pencabutan [demam rematik, bising jantung atau kelainan jantung, asma, permasalahan pernafasan, TB, infeksi tertentu, diabetes, epilepsi, hamil atau menyusui, alergi, masalah dengan antibiotik,aspirin, dan tanya apakah masih ada informasi medis yang belum dokter ketahui), riwayat gigi terdahulu (sebelumnya sering ke dokter gigi/tidak,kapan terakhir ke dokter gigi dan apa yang dilakukan, pernahkan sebelumnya bermasalah dengan anastesi, pernah orto, berapa x menyikat gigi, menggunakan benang floss), riwayat keluarga (melibatkan kondisi herediter kakek-nenek, orangtua, saudara kandung, anak; penyakit yang melibatkan herediter antara lain hemofiia,DM, hipertensi, epilepsi jenis tertentu, penyakit jantung,kelainan psikiatri, kanker payudara, keganasan lain), riwayat sosial (untuk mendapatkan gambaran gaya hidup pasien (olahraga, BB-TB,diet, alkohol, rokok, mengunyah tembakau, bekerja, kondisi rumah/ pasangan, stres, narkoba).

bersambung dulu yaa….

Jumat, 27 Desember 2013

I was be the co-ass

"Are you ready?" Mungkin itu kata-kata yang terdengar saat pertama kali aku diumumkan lolos kepanitraan umum menuju bangsal untuk berjuang menjadi seorang co-assisten(singkat koas). Dan dalam hati cuma berkata "siap ga siap". Believed or not, awalnya aku sudah tidak yakin akan kelulusanku ini, tapi ternyata Allah berkata lain. Bagaimana aku menyiapkan mental menghadapi dosen dan pasien secara bersamaan? Itulah yang harus aku lakukan. Berusaha untuk memantaskan diri menjadi koas, aku tidak mau lah menjadi koas tapi otak nol isinya. Mempunyai attitude dan skills itu penting. Sedangkan aku pikir nilaiku dalam hal itu masih nol. Kerubah kebiasaan itu tidak mudah, seperti sekarang aku berusaha merubah cita-cita saja belum juga bisa. Kayaknya emang dasarnya keras kepala, dpi kepala itu yang ada yaa...aku nglakuin yang aku pengen. Padahal keinginan itu ga selamanya bisa sejalan dengan kebutuhan.
Enjoy it! Yaaah..nikmati aja lah, ikuti aturan dan alur mainnya, dan semuanya akan cepat berakhir, believe it! Bahakan aku tau masih banyak problems ku disini di dalam kota gudeg ini yang paling luas hingga problems di dalam diri yang paling sempit. Aku betah-betah aja sih di sini tapi ya ga lama-lama disini juga.
Tugas saya adalah mencari relasi, menjaga relasi dan memuaskan relasi, *tsaaaah bahasanya itu lo kok memuaskan. Bagaimana lagi, tujuan terbesarku adalah bisa membuat setiap orang tersenyum. Kamu tau tersenyum itu banyak manfaatnya lo. Mungkin karena itu ya aku ditakdirkan masuk kedokteran gigi, biarpun swasta aku percaya ga ada bedanya, tergantung pribadi masing-masing orang untuk berusaha aja.
Ga gampang melayani seseorang dengan jasa, beda dengan yang memberikan barang begitu saja. Dan tentunya jasa itu entah apa yang bisa mengukurnya karena tidak ada parameter untuk penilaian sebuah jasa. Oke guys.... mau memberi jasa sama artinya merelakan hidupkan. Menjadi teman yang baik juga salah satu contoh pemberian jasa yang paling mendasar, mungkin dari situ dulu aku harus memulai belajar attitude serta memberikan pelayanan jasa yang tanpa pamrih dan menyenangkan. I hope I can do that.

Setelah menulis acak adut ini sebagaia pemanasan, aku akan berusaha menulis yang lebih bermanfaat keesokan harinya, bye~
Terima kasih :)

Desa Tlogo di pagi hari yang cerah.

Kamis, 11 April 2013

berita duka



29 Mar. 13

Innalilahi wa innalilahi roji’un 





Telah berpulang ke Rahmatullah  teman saya Nurul A.H. hari Jumat pukul 9.00 am
Semoga semua amal ibadahnya diterima di sisi-Nya, Amiiiiin .....

TT______TT




Kamis, 28 Februari 2013

New Years at pok tunggl beach- 1st [pic]

tahun baru ter absurd tapi paling yahud, hahahahaa ... suatu liburan yang tidak terencana sebelumnya.



http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html

Copyright © luluvicious | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | BTheme.net      Up ↑